Di era digital ini, dunia digital marketing tampak lebih rumit dibanding sebelum-sebelumnya. Kondisi ini kurang lebih disebabkan oleh hadirnya banyak channel dan platform baru yang menjadi sasaran para marketer untuk melakukan strategi marketing mereka demi menjangkau target audience.

Banyaknya platform yang harus dijalankan ini seringkali membuat orang-orang yang berkecimpung di dalamnya menjadi sedikit bingung untuk menentukan faktor apakah yang dapat menunjukkan kesuksesan campaign yang sudah dikerjakan.

Selain angka yang menunjukkan jumlah page visit di website ataupun followers serta engagement di social media, faktor apa lagi yang mengindikasikan kesuksesan strategi digital marketing Anda?

Apa saja yang bisa dijadikan ukuran efektivitas dalam digital marketing? (Source: Freepik)
Apa saja yang bisa dijadikan ukuran efektivitas dalam digital marketing? (Source: Freepik)
  1.     Newsletter

E-mail marketing masih menjadi salah satu strategi digital yang efektif dan efisien untuk menjangkau audiens secara personal. Kemudahan dalam mengirimkan newsletter membuat brand bisa secara sekejap menginfokan promo spesial maupun sekadar memberi update tentang produk kepada konsumen.

Namun, banyak terjadi kondisi di mana pelaku digital marketing hanya mempunyai sedikit gambaran tentang bagaimana performa newsletter mereka. Rajin analisa bagaimana newsletter Anda bekerja untuk dapat mengetahui efektivitasnya dan apa yang dapat diimprovisasi dari sana.

  1. Kecepatan Akses Situs

Demi menyajikan pengalaman online yang seamless bagi konsumen, yang harus diperhatikan dengan seksama tak hanya UI yang menarik dan mudah dimengerti. Kecepatan akses saat membuka situs juga merupakan salah satu faktor signifikan bagi traffic situs Anda.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Digital Current terhadap 50 e-commerce teratas, kecepatan rata-rata situs saat diakses secara mobile adalah 9,52 detik dan desktop 2,94 detik. Dari nama-nama besar ini, yang bisa Anda ambil adalah untuk memberikan user experience yang maksimal, usahakan agar loading time situs bisa secepat mungkin.  

  1. Toxic Links

Membangun dan mempertahankan reputasi brand secara digital, salah satunya dapat dilakukan dengan rajin memonitor keberadaan toxic links. Toxic link adalah link yang merupakan spam maupun link berkualitas rendah yang mengarah ke situs Anda. Link-link seperti ini dapat mempengaruhi reputasi serta visibility situs Anda dalam mesin pencari.

Sebagian besar e-commerce papan atas di Amerika Serikat hanya memiliki sekitar 2% toxic link. Persentase ini bisa menjadi tolok ukur untuk situs Anda. Anda bisa melakukan screening beberapa bulan sekali untuk membersihkan tautan yang buruk serta meningkatkan halaman yang kredibel dan relevan.

Free Email Updates
Get the latest content first.