Setiap tahun, tren website baik secara desain UI maupun teknis, terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Namun, tak semuanya harus diikuti. Seperti layaknya tren, banyak yang sekadar muncul sesaat dan seiring berjalannya waktu akan terasa tidak up to date. Jika begitu, maka strategi manakah yang bisa bertahan lama dan aman untuk diaplikasikan di situs Anda dalam jangka panjang?

  1. Tampilan mobile yang responsif

Dari semua tren desain UI yang ada, salah satu yang akan terus bertahan adalah tampilan UI untuk mobile yang responsif. Dalam data ini, 48% user merasa jengkel dan frustrasi saat mengunjungi situs yang tampilannya tidak dioptimasi untuk akses mobile. Ini dapat mengakibatkan calon konsumen segera meninggalkan page Anda tanpa sempat melakukan aktivitas apapun. Maka dari itu, optimasi situs Anda agar audiens dapat mengaksesnya lewat smartphone dengan nyaman.

  1. User journey yang singkat

Audiens saat ini menginginkan proses yang cepat dan tidak bertele-tele. Tak hanya soal waktu loading, tapi juga termasuk proses yang ditemui user selama berada di situs Anda. Pengunjung situs mengharapkan journey yang tidak memakan banyak waktu. Mereka ingin dapat langsung menemukan hal yang mereka cari di situs Anda. Minimalisir klik yang harus dilakukan di situs agar audiens Anda dapat langsung menuju halaman yang mereka inginkan.

Source: Pixabay
  1. White space

Sekilas, white space atau yang lebih dikenal dengan negative space mungkin terkesan membuang-buang ruang. Namun dalam ranah desain white space ternyata justru memegang peranan yang cukup penting bagi kenyamanan audiens ketika mengunjungi sebuah situs. Secara teknis sendiri, ruang putih ini menjadikan waktu untuk memuat halaman situs jadi lebih cepat karena tidak banyak data yang harus disajikan. Dari segi estetika sendiri, pengunjung akan lebih nyaman karena tampilan situs akan lebih simpel, efisien, dan tidak berantakan.

  1. Konten multimedia

Anda mungkin telah sering mendengar bahwa video kini menjadi konten yang paling menarik perhatian para pengguna internet. Sepertiga dari aktivitas internet digunakan untuk menonton video online. Tak hanya itu, audiens juga cenderung lebih aktif untuk membagikan video ke media sosial mereka. Dengan situasi ini, sekarang saatnya bagi Anda untuk turut mengikuti tren ini.

  1. Personalisasi

Personalisasi di aktivitas online konsumen saat ini bukanlah sekadar tren sesaat, melainkan perubahan tersendiri pada marketing. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat karakter konsumen yang semakin kebal dengan cara promosi yang terlalu blak-blakan dan tidak sensitif terhadap apa yang dibutuhkan oleh audiens. Dengan pengalaman digital yang dipersonalisasi, audiens bisa merasa memiliki koneksi terhadap brand. Dalam situs, contoh personalisasi yang dapat diaplikasikan adalah dengan menampilkan rekomendasi produk yang sesuai dengan search history, teks sambutan menggunakan nama pengunjung, atau pilihan tema tampilan situs yang dapat disesuaikan.

Free Email Updates
Get the latest content first.