Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Industri marketing memang industri yang cepat sekali mengalami perubahan. Satu dekade saja, banyak perubahan strategi marketing karena penyesuaian habit dan insight dari target marketingnya. Migrasi target market dari media konvensional ke media digital sangat mempengaruhi cara brand untuk beriklan. Ini jadi tantangan tersendiri yang harus diatasi oleh marketers.

Mengimplementasi hal-hal baru tentu saja punya banyak resiko yang harus dipertimbangkan. Tapi brand juga harus memperhitungkan ROI yang akan didapatkan ketika melakukan hal-hal yang cenderung baru atau jarang dilakukan oleh brand lain.

Ada beberapa marketing activity yang jarang dilakukan oleh brand namun perlu dicoba:

1. Jadilah Yang Pertama Ada di Media Sosial Baru

Mulai banyak media sosial baru yang bermunculan, atau bahkan media sosial lama juga mempunyai beberapa fitur baru. Instastories misalnya yang ada di Instagram, brand harus cepat tanggap untuk membuat konten di situ, karena user akan tertarik dengan format baru komunikasi dari brand. Kanal baru akan membantu sebuah brand untuk menjangkau audiens dengan cara yang baru, dalam metode dan format yang lebih kreatif.

2. Review Apa Yang Sudah Dilakukan, Buat Sesuatu Yang Baru

Brand harus melakukan review atas strategi marketing selama ini, apakah cukup efektif atau tidak. Misalnya ketika brand memproduksi konten-konten informative, mungkin ada pembaharuan di kontennya yang memancing interaksi tinggi. Format kuis sederhana, polling hingga gimmick-gimmick tertentu punya benefit tersendiri bagi brand. Menbuat konten yang shareable juga perlu dipertimbangkan seperti video hingga infografis.

3. User Generated Content

Banyak brand yang berbicara dengan model one-way communication, yang artinya brand menyuplai informasi-informasi yang berguna bagi audiens. Tantangan bagi brand untuk melakukan hal yang sebaliknya, di mana audiens brand yang memberi konten-konten untuk brand. Hal ini disebut juga sebagai User Generated Content. Sebuah film layar lebar Indonesia yang rilis bulan Juli 2017 ini juga menerapkan sistem user generated movie, di mana cerita-cerita dari penggemarnya dikumpulkan untuk dijahit dalam satu cerita film. Strategi ini lebih menarik bagi audiens, karena mereka merasa punya keterlibatan dan keterikatan. Salah satu benefit lainnya adalah menumbuhkan loyalitas terhadap brand.

source: marketscale

4. Angkat Konten Lama Yang Punya Engagement Tinggi

Nostalgia juga salah satu strategi dalam marketing yang jarang diaplikasikan. Misalnya ketika brand pernah mengadakan event tahun lalu, brand bisa saja memposting ulang seperti “Ingatkah kamu event HangOut with FreakOut di Cinemaxx FX? Hayo ada yang kangen gak?”. Tujuan dari posting ulang ini adalah untuk mengingatkan audiens bahwa mereka pernah/belum terlibat di event ini. Tujuan lainnya adalah melihat animo audiens, apakah audiens ingin event seperti ini diadakan kembali atau tidak.

source: NewsCred Insights

5. Apresiasi Audiens Yang Mereview Produkmu

Review adalah hal yang penting bagi sebuah brand, review yang bagus atau jelek. Audiens melihat bagaimana sebuah brand menanggapi sebuah review. Apresiasi review dari usermu, entah dalam bentuk reposting artikel reviewnya, atau misalnya menangani secara cepat jika ada komplain. Dengan apresiasi ini, audiens akan merasa lebih dekat dan diperhatikan oleh brand.

Free Email Updates
Get the latest content first.