Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Ibarat sebuah hubungan, digital marketing adalah tentang bagaimana kamu bisa mengikat brandmu dengan audiens. Tentu saja dalam konsep “hubungan” ini, kamu harus melakukan pendekatan untuk berkencan dengan audiens. Pendekatan ini salah satunya adalah melalui native advertising. Dalam konsep digital marketing, iklan native adalah sebuah medium untuk berkenalan dengan audiens yang baru dan kemudian menjadikannya pelanggan.

090716-apple-iphone-7-plus-6885 copy

Contoh Iklan Native Advertising

Iklan native memiliki kekuatan tersendiri dalam mengarahkan audiens menuju landing page yang kita inginkan dan bagaimana semua konten tersebut mampu memunculkan call-to-action, seperti misalnya membeli produk atau pun menjadi bagian dari database. Bagaimana proses iklan native mampu mengguide audiens menjadi pelanggan?

1. Persuasive Headline

Headline adalah pintu gerbang dari semua aktivitas di iklan native. Headline yang dibuat di iklan native haruslah pintar membujuk audiens untuk mengakses konten tersebut. Seperti di awal perkenalan, kamu harus mempunyai sebuah greeting yang baik untuk menarik perhatian audiens.

Job recruitment

source: fannit.com

2. Representative Visual

Visual menjadi pendukung headline untuk menarik perhatian audiens. Visual ini pun harus representatif, sehingga audiens mendapatkan gambaran apa yang akan dia lihat. Ketika pedekate pun, dirimu juga harus memberi gambaran tentang latar belakangmu, terkadang pekerjaan, pendidikan hingga hobby pun bisa jadi gambaran untuk dia.

3. Short but Powerful Description

Deskripsi dalam iklan native ini pun juga termasuk elemen yang penting. Deskripsi seakan menjadi sebuah pendukung tambahan yang sedikit lebih lengkap untuk menggambarkan kepribadianmu, dalam hal ini adalah brand dan aktivitasnya.

4. Welcome Them to Your Home

Setelah melewati perkenalan, yang harus kamu lakukan adalah mengajak dia untuk berkunjung ke tempatmu. Sambutlah dengan ramah dan personal, agar dia mendapatkan value yang positif dari proses pendekatan ini. Di landing page, kamu bisa menyambutnya dengan visual yang menarik, UI yang bagus, serta konten yang menjawab penasaran di awal perkenalan tadi.

4walls-welcome-to-our-home-2 source: bloomingtonidaho.com

5. Don’t Talk Too Much and Complex

Dalam sebuah kencan, kamu tidak bisa berbicara terlalu berbasa-basi dan rumit. Kemungkinan pasanganmu akan merasa kebingungan maupun bosan. Nah untuk itu kamu harus menyampaikan sesuatu yang to-the-point dengan cara yang halus. Relevansi adalah kuncinya, tentang bagaimana kamu menyajikan sebuah konten yang punya relevansi dengan kehidupannya. Misalnya dia adalah seseorang yang hobi berbelanja online, tawarkanlah sebuah value tentang barang yang dibutuhkan, harga yang bersahabat, hingga benefit yang akan didapatkan setelah mempunyai barang tersebut.

6. Flirt Them with Call-To-Action

Kontenmu harus menggoda pembaca. Jika memungkinkan, buatlah sebuah konten yang punya value story-telling, yang akan mengarahkan audiens untuk tujuan akhirmu, yaitu sales. Paparkan ke audiensmu apa yang harus mereka lakukan, buatlah sebuah call-to-action agar mereka lebih mudah untuk melakukan further action.

call-to-action-example-signs-770x334 source: coschedule.com

7. Keep Contact with Them

Setelah audiensmu melalukan purchase, berarti datingmu dengan audiens berlangsung lancar. Jangan sampai berhenti di titik ini, tapi relasi jangka panjang juga perlu diperhatikan. Berikan terus kabarmu kepada audiens melalu berbagai channel seperti newsletter dan media sosial. Jangan langsung menghilang karena dia tetap akan menjadi pasangan kencan potensialmu.

1200x628 eng

 

Free Email Updates
Get the latest content first.