Generasi Z umumnya berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Lahir setelah tahun 1995, generasi Z merupakan market yang menarik untuk brand karena jumlahnya yang besar. 2020 saja diprediksikan bahwa 40% dari semua konsumen berasal dari Generasi Z. Sebagai gambaran saja, bisa kita lihat bahwa generasi Z mengandalkan banyak solusi kebutuhan hidupnya dari smartphone.

Ada beberapa hal tentang generasi Z yang bisa dijadikan insight, ketika kita membuat sebuah advertising campaign. Seperti apa itu?

1. Jangan membuat iklan, buatlah sebuah value

Generasi Z lahir bersamaan dengan internet. Mereka sudah terbiasa untuk menggunakan internet untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari. Generasi ini terbiasa melihat iklan, sehingga mereka bisa mengabaikan keberadaan iklan digital. Strategi marketing yang tepat untuk generasi ini adalah bukan dengan menyajikan iklan, namun memberikan value seperti tutorial, pengetahuan, info terbaru dan lain-lain. Jika mereka tidak menemukannya di kontenmu, maka mereka dengan cepat beralih ke penyedia konten lainnya.

2. Jangan memberi tahu, tapi jadilah bagian dari Generasi Z

Berbicara dengan generasi Z, bukan berarti searah seperti layaknya ke generasi sebelumnya. Menjangkau generasi Z adalah dengan mengambil bagian dalam lingkungan Generasi Z, sehingga brand dan audiens bisa bergerak bersama. Misalnya, membuat aktivitas bersama dengan mengajak mereka untuk menjadi penyelenggaranya.

Generasi Z

3. Mereka tidak peduli apa yang kamu jual, tapi apa yang bisa kamu berikan

Generasi Z terlahir di saat teknologi sedang berkembang pesat. Mereka punya kapabilitas untuk melihat peluang berdasarkan perkembangan teknologi ini. Tak sedikit dari mereka yang kemudian memilih karir sebagai content maker seperi blogger, vlogger, influencer dan lain sebagainya. Berkolaborasi dengan mereka, dalam bentuk vlog atau activation misalnya, adalah opsi yang baik untuk menjangkau generasi ini.

4. Eksislah di banyak tempat

Generasi Z ada di mana-mana. Nah, untuk membuat sebuah engagement yang baik dengan mereka bukan hal yang mudah. Mereka menggunakan smartphone, TV, laptop, desktop dan tablet. Menggunakan iklan yang tap in dengan banyak channel, tentunya dengan menawarkan value, akan menjadi strategi yang cukup efektif. Bahkan ketika mereka berpindah satu device ke device yang lain.

5. Taklukan dalam 8 detik

Menaklukkan generasi Z, berarti kamu harus membuat 8 detik yang efektif. Brand harus bisa menceritakan tentang intisari pesan/valuenya dalam waktu 8 detik. Native advertising adalah salah satu cara untuk menarik perhatian audiens dalam waktu singkat. Kekuatan headline, thumbnail dan deskripsi mampu menarik audiens untuk kepo lebih lanjut tentang konten yang disampaikan brand.

6. Mereka menyukai membeli secara online

Dengan segala aktivitas mereka yang bergantung pada device, mereka bahkan mendapatkan barang yang mereka inginkan melalui online store. Barang-barang ini bisa berupa baju, obat, makanan, hingga smartphone. Mereka sudah percaya dengan online store karena mereka tumbuh dengan keberadaan online store ini. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan online store sebagai referensi setelah itu mengunjungi toko fisik.

Baca juga (http://dewina-journal.foutap.com/insight-yang-perlu-brand-tahu-tentang-generasi-z/)

Free Email Updates
Get the latest content first.