Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Performance marketing menjadikan klik adalah sebuah satuan di digital marketing. Berbicara klik, ini adalah hal yang sangat penting sebelum adanya konversi. Klik adalah awal mula audiens menjadi pelanggan. Konsep performance marketing ini juga bisa kamu temukan di native advertising. Ketika mengatur sebuah campaign dengan iklan native, kamu harus memperhatikan apa saja yang membuat audiens mengklik iklan nativemu.

Ada beberapa faktor yang membuat audiens tertarik untuk klik dan membaca konten yang diiklankan

1. Pemilihan publisher

Iklan native yang efektif adalah ketika brand mampu memilih publisher dengan tepat. Publisher ini berkaitan dengan jenis konten yang diiklankan. Misalnya ketika konten bercerita tentang event musik, artinya kamu juga harus memilih publishers yang membahas tentang hiburan, lifestyle atau khusus di musik. Relevansi adalah faktor konversi klik, di mana audiensnya memang punya interest dengan musik, sehingga mereka mengakses informasi tentang musik di media tersebut.

2. Ad Spot

Tempat iklan akan ditayangkan juga berpengaruh untuk iklan native. Misalnya saja sebuah iklan yang diletakkan di body artikel dibandingkan di footer pasti akan mempunyai nilai konversi yang berbeda. Hal yang berbeda juga akan terjadi ketika iklan tersebut diletakkan di halaman utama dibandingkan di artikel. Yang harus dipahami adalah users di media tersebut. Media sosial dari beberapa media biasanya menampilkan link artikel, sehingga banyak users yang akan langsung direct ke dalam artikel tersebut.

Untitled-1

3. Waktu tayang iklan

Beda target audiens, beda waktu akses informasinya. Setelah menentukan target audiens, kamu harus memilih jam tayang prioritas agar iklanmu diklik oleh audiens yang relevan. Audiens dari generasi milenial misalnya, mengakses informasi di pagi hari dan malam hari sebelum mereka tidur, nah waktu-waktu ini bisa jadi pertimbanganmu menayangkan iklan.

4. Headline yang relevan

Untuk menarik audiens, buatlah headline yang menarik. Headline yang menarik itu seperti apa? Seperti yang dibahas di sini, headline yang menarik memang mengundang rasa ingin klik, ada relevansi judul artikel dengan pembaca. Diskon dan potongan harga menjadi salah satu contoh value menarik di headline. Sesuaikan juga bahasa yang digunakan dengan target audiens.

5. Pemilihan visual kreatif

Visual juga tak boleh dilewatkan. Desain visual dalam iklan native ini memang mau tidak mau relevan dengan konten dan target audiens. Misalnya penggunaan karakter lokal untuk audiens lokal, tidak terlalu banyak copywriting di dalamnya, tegas mewakili isi konten. Meskipun berukuran kecil di smartphone, visual dari iklan native ini punya kekuatan yang kuat untuk membuat audiens berhenti skrol halaman dan klik konten iklan tersebut.

Free Email Updates
Get the latest content first.