Bagaimana Berjualan Produk Melalui Strategi Content Marketing?


Content marketing menyediakan value yang cukup signifikan dari brand awareness hingga conversion. Banyak yang berbicara bahwa content marketing tidak cocok untuk berjualan. Namun ternyata Content Marketing punya kekuatan membangun proses konversi audiens menjadi pembeli.

Seperti apa kontribusi content marketing dalam marketing funnel sehingga menghasilkan rasio konversi yang baik?

1. Content Marketing membangun leads yang baik

Banyak kasus, di mana klien ingin sebuah program marketing yang membawa banyak leads sehingga akan menjadi peluang yang baik untuk sales team. Content marketing mampu membawa lebih banyak potential leads karena konten-kontennya lebih relevan ke audiens. Dengan blog atau kanal content marketing lainnya, cerita demi cerita dikreasikan untuk membuat audiens tertarik dengan produk kita.

2. Content Marketing membantu membangun sebuah brand

Content Marketing yang baik pastinya meningkatkan brand awarenessmu, dengan reputasi brand yang lebih baik serta mampu menjelaskan jasa dan produk. Memandu users step by step, Content Marketing membuat users mengerti produk dengan banyak perspektif bercerita. Content marketing mampu membuat seseorang loyal dengan brand tersebut.

3. Memperkuat Customer Relationships

Dengan konten yang baik dan relevan, kemungkinan audiens untuk engage akan lebih besar karena audiens suka membaca konten yang ditawarkan. Berbeda halnya ketika kita menawarkan poster yang “jualan banget”, customer relationships hanya seputar “kamu jual, aku butuh dan aku beli”. Namun di content marketing, audience membaca banyak tips dan trik, artikel yang berguna untuk mereka hingga orang-orang di sekitar mereka. Audiens akan lebih percaya dengan value yang brand tawarkan.

4. Budget lebih efektif

Efektifitas dalam budget bisa kamu temukan dalam content marketing. Kenapa? Content marketing memang butuh waktu yang lebih lama serta konten yang lebih banyak, namun banyak orang juga yang akan membagikan kontenmu ketika konten tersebut menarik untuk dibaca dan relevan. Artinya, dalam sebuah strategi marketing, ketika makin banyak orang yang membantu campaignmu secara sukarela, maka budget marketingmu akan semakin efektif.

Dalam sebuah teori George Gerbner yaitu Teori Kultivasi pada Komunikasi Massa, ternyata masih relevan jika kita mengaitkannya di era digital ini. Teori kultivasi ini adalah teori sosial yang meneliti efek jangka panjang dari televisi pada khalayak. Berbicara tentang Content Marketing, kultivasi ada ketika konten terus menerus disodorkan pada audiens, sehingga terpaan konten ini akan semakin membuat mereka dekat dengan brand.

Free Email Updates
Get the latest content first.

About Dandy Cahyo

Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia

View all posts by Dandy Cahyo →