Akan Menggunakan Native Advertising? Perhatikan Faktor Penting Ini


Saat ini, konsumen sudah semakin cerdas dan mempunyai pandangan tersendiri terhadap iklan. Arus informasi yang semakin tidak terbatas juga memengaruhi perilaku audiens, di mana dengan banyaknya konten yang disajikan dari berbagai macam sumber membuat para marketers harus merancang materi iklan yang akan mereka sajikan secara serius agar dapat menarik perhatian dari audiens. Kecenderungan ini hadir di hampir semua format iklan yang dipilih oleh para marketer, termasuk native advertising.

Bisa dibilang, native advertising mulai menjadi pilihan utama marketers untuk mempromosikan brand mereka. Keadaan ini tidaklah mengherankan mengingat tingkat kesuksesan native ads dalam menjangkau audiens cukup memuaskan.

Jika Anda sendiri sudah memutuskan untuk menggunakan iklan dengan jenis native advertising, maka ada beberapa faktor yang penting untuk diperhatikan sebelumnya. Pertama, apa itu native advertising sendiri. Sesuai dengan namanya, jenis iklan ini adalah iklan yang menyesuaikan gaya konten yang ada di publisher, baik dari sisi visual maupun copywriting sehingga terlihat berbaur dengan konten yang asli.

(Source: Unsplash)

Secara konseptual, format tersebut membuat iklan berjenis native tidak terlalu terasa seperti iklan dan tidak akan mengganggu audiens ketika sedang berselancar di internet. Akan tetapi, terkadang format demikian menghasilkan tantangan tersendiri bagi para pembuat materi. Seperti yang sudah disebutkan di atas, gaya iklan ini harus menyesuaikan dengan publisher di mana native ad tersebut ditayangkan. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan untuk headline juga sebaiknya tidak terlalu melenceng dari gaya jurnalisme publisher yang sudah dipilih. Jika Anda menggunakan gaya penulisan yang jauh dari gaya yang biasa digunakan publisher, kemungkinan target audiens akan merasa antipati dan berdampak pada kurangnya engagement terhadap iklan Anda.

Demikian juga dengan gambar yang akan dipakai. Sama seperti headline, native ad yang menggunakan visual yang menyesuaikan jenis gambar yang biasa dipakai publisher akan menghasilkan performa yang lebih baik.

Pada intinya, native advertising yang akan berhasil adalah yang sukses memberikan ‘ilusi’ bahwa iklan tersebut merupakan bagian dari konten. Jika audiens sudah mendapatkan pesan tersebut, tingkat relevansi yang dirasakan audiens terhadap materi otomatis menjadi lebih tinggi dan akan menghasilkan engagement bagi iklan Anda. Oleh karena itu, sebelum membuat materi untuk native ads, perhatikan benar-benar publisher yang akan digunakan untuk dapat menyajikan kesan ‘native’ bagi materi yang akan dibuat.

Free Email Updates
Get the latest content first.