Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Istilah Millennial mulai banyak digunakan. Banyak brand yang meyakini bahwa Millennial adalah pasar yang bagus karena kebiasaan-kebiasaan unik mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi Millennial sangat akrab dengan smartphone dan dunia digital, mereka juga golongan yang aktif di media sosial. Kebutuhan gadget dan internet menjadi salah satu kebutuhan dasar generasi Millennial. Beberapa dari mereka bahkan mempunyai kartu kredit. Perubahan-perubahan generasi di umur ini dibandingkan 20 tahun lalu juga terlihat dari spending power yang mereka miliki.

SLBLogo

source: millennialmarketing

Generasi Millennial memang sebuah kesempatan besar bagi brand untuk berjualan. Namun sebagai seorang marketer, kita juga harus paham kebiasaan-kebiasaan berbelanja dari generasi Millennial, sehingga taktik yang digunakan juga akan tepat dan efektif. Apa saja kebiasaan mereka?

1. Smartphone Adalah Perangkat Utama Mereka

Millennial sangat dekat dengan smartphone, terbukti dengan banyaknya waktu yang mereka habiskan dengan smartphone, entah itu untuk chattingan, media sosial hingga berbelanja online. Smartphone adalah medium yang tepat untuk mendekati target audience dari brand yang ingin beriklan. Untuk itu strategi yang efektif untuk mendekati target audiens millennial adalah dengan mobile first strategy, mengutamakan strategi yang langsung bisa sinergi dengan smartphone users.

2. Social Media Jadi Salah Satu Kanal Mencari Informasi

Sekarang banyak sekali akun-akun brand yang memiliki media sosial hanya untuk berinteraksi dengan target audiensnya. Seakan memiliki media sosial merupakan kewajiban sebuah brand menjalankan digital marketingnya. Social media menjadi tempat pertemuan antara target audiens dengan brand. Dengan konten-konten yang relevan dan dibutuhkan oleh target audiens, brand lebih mudah berjualan secara soft-selling.

3. Lebih Percaya Postingan Teman Daripada Postingan Brand

Masuk ke fase pertimbangan pembelian produk, target audiens cenderung menjadi social buyer, yaitu ketika teman-teman atau lingkungan sekitar menggunakan produk tersebut atau setidaknya merekomendasikannya, target audiens akan lebih mudah percaya dan lebih tertarik untuk melakukan purchasing. Untuk itu peer-to-peer communication juga perlu dijaga oleh brand, salah satunya bagaimana mereka menggunakan targeted influencers untuk mempengaruhi audiens.

4. Sensitif Terhadap Harga

Harga memang menjadi hal utama dalam keputusan pembelian, biasanya mereka akan survey antar online shop / brand, untuk harga, kualitas, ketersediaan, lokasi penjual dan lain-lain. Mereka juga akan tertarik ketika ada cashback atau diskon. Mereka lebih pintar membandingkan harga dan kualitas sebuah produk.

5. Millennial Suka Bertanya Pada Brand

Penggunaan media sosial dimanfaatkan bagi para millennial untuk bertanya seputar produk yang mereka gunakan atau yang mereka ingin beli. Mereka akan langsung merespon akun-akun media sosial dari brand. Untuk itu media sosial yang aktif dari sebuah brand sangat diperlukan, karena salah satu fungsinya adalah customer service.

Perkembangan teknologi memang memengaruhi cara setiap generasi untuk berbelanja dan melihat sebuah produk. Target yang tepat akan mampu memberikan konversi yang tepat, dari audiens menjadi buyer.

bri2-10-01-151

source:  fortunedotcom

Free Email Updates
Get the latest content first.