Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Pertumbuhan digital di Indonesia memang cukup tinggi. Bahkan sebuah media pernah mengutip bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia. Bahkan banyak pemain asing yang mulai masuk ke Indonesia karena menilai bahwa Indonesia adalah market yang segar.

Dengan jumlah e-commerce yang tinggi ini, persaingan juga terasa semakin ketat. Untuk itu e-commerce perlu stand out dengan strategi yang efektif. Promo serta diskon perlu disosialisasikan dengan lebih efektif untuk menjangkau target audience. Untuk itu e-commerce perlu mengaplikasikan content marketing yang diboost dengan native advertising.

Apa itu content marketing?

Content marketing adalah sebuah teknik marketing di mana marketer membuat dan mendistribusikan sebuah konten yang valuable serta relevan untuk menarik dan mendapatkan sebuah segmen audiens, dengan tujuan tentu saja adalah profit. Tipikal orang Indonesia ketika berbelanja online adalah mencari solusi, seperti contohnya dia mencari kamera yang cocok untuk travelling, atau mencari handphone yang canggih untuk bermain game hingga baju yang cocok untuk dipakai kondangan.

content-marketing-1 (1)

source: tailored.ink

E-commerce bisa memberi solusi pada audiens dalam bentuk content marketing, misalnya blog yang bisa menjelaskan “5 Kamera Yang Cocok Dibawa Saat Travelling” atau “Siap Hangout Bersama Teman-Teman Cewekmu? Cobalah Tampil Dengan Outfit Ini”. Content marketing menghasilkan konten yang mudah diaplikasikan dan juga pada akhirnya bisa mengakuisisi audiens yang loyal dengan produk e-commerce kita.

Mengapa Perlu Native Advertising?

Content marketing memang strategi marketing, tapi ini saja tidak cukup. Konten-konten yang dihasilkan perlu diboost dengan native advertising untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif lagi. Mengapa formanya adalah Native? Format iklan native memang diakui sebagai format yang tidak mengganggu audiens, sehingga audiens yang tertarik dengan headline maupun visualnyalah yang akan mengakses iklan tersebut. Ketika audiens mengklik iklan native, berarti audiens dengan sadar ingin mengakses promo, content atau campaign e-commerce yang sedang berlangsung. Misalnya saja di sebuah media, ada headline iklan native “Lagi Malas Dandan? Ini Tips Make Up Simpel Yang Bisa Kamu Coba”, audiens akan diarahkan ke landing page content marketing tersebut. Audiens akan bisa membaca tips yang diberikan oleh e-commerce tersebut dan akan menimbulkan keinginan untuk purchasing. Karena iklannya tidak mengganggu, kontennya menarik dan ada promo, maka inilah sebuah strategi yang sinergi untuk konversi audience menjadi buyer.

090716-apple-iphone-7-plus-6885 copy

Selain itu iklan native juga lebih tepat menyasar audiens. FreakOut dewina Indonesia, salah satu penyedia jasa Mobile Native Ad di Indonesia, punya ratusan publishers yang bisa menjadi kanal iklan native ini. Sebut saja ada promo e-commerce yang menyasar ibu-ibu, FreakOut dewina Indonesia akan mengatur dan menempatkan iklan native tersebut di kanal media yang sering diakses oleh ibu-ibu, sehingga target audience lebih gampang dikonversi.

Kombinasi content marketing dan native advertising menjadi sebuah jawaban atas marketing yang sinergi. Di mana e-commerce tidak hanya percaya pada promo atau diskon yang diatur, namun juga harus mengatur bagaimana promo tersebut didistribusikan ke audiens yang tepat melalui kanal yang tepat.

Free Email Updates
Get the latest content first.