Content marketing menggunakan social media bisa dikatakan telah menjadi salah satu strategi yang paling banyak digunakan saat ini. Bagaimana tidak, hampir semua orang kini memiliki akun media sosial sehingga para marketer bisa langsung menyasar target audience mereka. Meskipun begitu, keberadaan jejaring yang sifatnya masif ini tidak selalu menjamin kesuksesan dalam meraih audiens yang dituju. Ada beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan strategi content marketing yang dijalankan kurang efektif, yaitu:

Sudahkah Anda menghindari kesalahan-kesalahan pada content marketing ini? (Source: Freepik)
• Konten yang Ditawarkan Tidak Sesuai dengan Target Audience

Konten yang bagus belum tentu menarik, namun konten yang menarik sudah pasti bagus. Prinsip ini harus ditanamkan bagi Anda yang sedang berpikir untuk bergerilya di media sosial. Konten yang menurut diri sendiri bagus kadang belum tentu sesuai dengan selera pasar. Pahami hal-hal yang disukai oleh calon audiens sehingga nantinya konten yang Anda hasilkan juga akan sukses menarik perhatian mereka.

• Kurangnya Call-To-Action

Walaupun terkesan sepele, Call-To-Action atau biasa dikenal dengan CTA adalah salah satu faktor yang cukup powerful untuk dapat berhasil menuju fase conversion. Sesuai namanya, Call-To-Action memberi kesan urgent yang dapat memancing audiens untuk melakukan action sesuai dengan CTA yang Anda buat.

Waktu posting ternyata merupakan salah satu faktor penting (Source: Freepik)
• Salah Waktu Posting

Posting di waktu yang salah dapat berdampak pada engagement yang didapat, terutama jika Anda tidak menggunakan ads dan menginginkan hasil yang organik. Cari tahu pukul berapa mayoritas audiens Anda sedang online dan usahakan untuk posting di sekitar jam-jam tersebut.

• Tidak Menggunakan Image yang Menarik

Tren visual di dunia digital bisa jadi tidak akan berlalu dalam waktu dekat. Harus diakui, kebanyakan pengguna internet saat ini lebih menyukai segala sesuatu yang bersifat visual daripada tulisan. Ini mengapa penggunaan gambar atau foto yang memanjakan mata sama pentingnya dengan penulisan headline yang menarik, karena di jejaring sosial, first impression really matters.

Ingat, di tengah lautan konten Anda harus dapat memancing rasa penasaran audiens hanya dalam waktu maksimal 3 detik sebelum mereka melanjutkan aktivitas scrolling di social media. Image yang atraktif bisa lebih efektif daripada headline karena seringkali pengguna socmed tidak fokus untuk membaca dan hanya melihat gambar.

 

 

Demikian beberapa kesalahan yang kadang dilakukan oleh para digital marketer. Hindari hal-hal ini dengan cara rajin menganalisa aktivitas social media Anda untuk melihat di mana kekurangan campaign yang Anda jalankan saat ini. Selain itu, lakukan juga improvisasi dalam konten dan jangan lupa untuk mengaplikasikan tren digital yang cocok dengan brand Anda.

Free Email Updates
Get the latest content first.