Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Sebuah campaign pastinya punya tujuan lebih dari sekedar awareness. Brand ingin mencapai fase konversi untuk campaignnya. Sebuah campaign yang baik, mempunyai conversion rate yang tinggi.

Apa Itu Conversion?

Fase konversi berbicara tentang sebuah fase perubahan target audience, dari A menjadi B. Misalnya, konversi dari orang yang belum tahu produk ke orang yang tahu produk, orang yang masih survey belanja online menjadi pembeli, visitor menjadi subscriber. Sementara sebuah conversion rate adalah sebuah rasio orang yang melakukan engagement (membeli barang, mengisi form, dll) dibanding orang yang membaca informasi tersebut.


Bagaimana Memaksimalkan Konversi?

1. Gunakan Headline Yang Powerful

Hal pertama yang dilihat oleh user adalah headline. Kekuatan headline ini ada di dua detik pertama. Headline ini menentukan apakah user akan menyukai kontenmu atau tidak. Membuat headline yang relevan, mewakili isi pesan dan tidak clickbait pastinya akan menghasilkan conversion rate yang tinggi.

2. Gunakan Social Media

Media sosial sangat berpengaruh dalam tahap konversi. Jika brand bisa mendapatkan followers di Facebook, Twitter, Instagram, maka brand akan lebih mudah untuk mengonversi mereka dari fase awareness ke action secara bertahap. Kultivasi informasi yang diberikan terus menerus akan memberi mereka lebih banyak alasan kenapa harus beralih ke produk tertentu.

3. Persempit Fokus

Memfokuskan konten adalah hal yang efektif. Konten yang fokus menyebabkan audiens yang masuk ke website tidak perlu bingung lagi dengan apa yang mereka cari. Fokus ini juga menyebabkan brand mendapatkan users yang lebih berkualitas.

4. Email Marketing

Email Marketing, terbukti mempunyai Return of Investments yang lebih tinggi. Mereka yang mendapatkan email marketing adalah mereka yang tertarik dengan brand, atau ingin mendapatkan informasi paling baru dari brand. Promo dan diskon, lebih bekerja efektif melalui email marketing.

5. Berikan Call To Action

Call to action adalah hal yang penting untuk membuat sebuah konversi. Contoh call-to-action yang sering dipakai adalah tombol subscribe di artikel yang menarik, tombol promo diskon, dan lain-lain. Pesan pun harus jelas disampaikan, misalnya adalah “Dapatkan Potongan Harga 200 Ribu Sekarang Juga di Sini”.

6. Tambahkan Urgensi

Urgensi penting untuk mempercepat fase pertimbangan dari users. Frase seperti “Tinggal 2 Jam Lagi” atau “Promo Minggu Ini” akan membuat sebuah keinginan menjadi kebutuhan. Urgensi menghasilkan conversion rate yang tinggi.

7. Pilih Iklan yang punya efektifitas tinggi

Hindari iklan yang punya conversion rate rendah. Apa yang dimaksud dengan iklan jenis ini? Iklan pop-up atau banner yang besar seringkali susah dihindari, sehingga banyak users yang tidak sengaja masuk ke landing page. Hal ini membuat jumlah clicks tinggi namun conversion rate rendah, users masuk lalu meninggalkan landing page tersebut dengan singkat waktu. Untuk itu pilihlah iklan yang relevan, nyaman untuk users, sehingga click akan terjadi alami karena keinginan dari users.

Free Email Updates
Get the latest content first.