Saat ini, native advertising tengah menjadi alternatif baru bagi para marketers untuk meraih perhatian konsumen. Native advertising adalah jenis iklan yang menjanjikan, karena dalam praktiknya, native ads menggunakan format yang tidak akan menghadirkan gangguan bagi audiens saat tengah berselancar di internet.

Meskipun terdengar menjanjikan, native advertising dapat menjadi kurang efektif jika tidak dieksekusi dengan baik. Nah, untuk dapat menjalankan iklan jenis ini dengan baik, apa saja yang harus Anda perhatikan?

 

  1. Tanamkan bahwa konsumen memiliki kebebasan untuk memilih konten yang mereka konsumsi

 

Banyak orang-orang yang berkecimpung dalam bidang marketing telah terbiasa dengan fenomena iklan tradisional di mana mereka dapat langsung menyajikan iklan kepada audiens tanpa perlu memikirkan apakah konsumen akan menyukainya atau tidak.

Saat ini keadaan sudah berubah. Konsumen sudah mempunyai keleluasaan untuk memilih konten seperti apa yang dapat mereka terima. Jika audiens merasa iklan yang disajikan oleh suatu brand kurang menarik atau terasa ‘mengganggu’, mereka dapat dengan gampang mengalihkan fokus pada subjek lain.

Jangan khawatir, Anda tetap dapat memastikan audiens untuk tertarik dan berinteraksi dengan iklan Anda. Perhatikan karakteristik target pembaca yang dituju dalam materi bagi native advertising agar sesuai dengan preferensi mereka.

  1. Pancing interaksi dengan audiens melalui materi yang kredibel, bukan sekadar clickbait

Seringkali terjadi kerancuan dalam merangkai headline yang menarik untuk materi native advertising. Batas ”menarik” yang kabur kadang membuat kita jadi tergoda untuk menggunakan kata-kata yang cenderung clickbait.

Pada praktiknya, headline yang menggunakan kata-kata yang mengecoh serta menggelitik rasa penasaran secara berlebihan memang akan lebih cepat memancing klik dari audiens.  Namun, jenis headline seperti ini dapat menjadi bumerang karena jika konten yang Anda sajikan tidak sesuai dengan isi dari headline-nya. Kemungkinan besar, audiens akan merasa terperdaya dan untuk selanjutnya mereka tidak akan mengakses native advertising dari brand Anda.

  1. Sesuaikan materi iklan native yang dijalankan dengan segmen yang disasar

Ketika merasa apa yang disajikan relevan, kemungkinan konsumen mengakses native advertising lebih jauh akan lebih tinggi. Karena itu, segmentasi adalah sebuah hal yang krusial untuk diperhatikan. Jika Anda menggunakan satu materi untuk semua segmen yang dituju, iklan Anda tidak akan terlalu efektif karena hanya beberapa audiens yang merasa relevan. Untuk menghindari hal ini, sesuaikan materi Anda untuk segmen yang ditargetkan, baik dari gaya bahasa maupun pesan yang ingin disampaikan.

  1. Bagikan pesan yang positif serta bermanfaat

Di ranah digital, konsumen mengevaluasi suatu brand melalui keseimbangan antara apa yang harus dikeluarkan oleh mereka serta keuntungan yang didapat dari brand tersebut. Keuntungan ini tak selalu berarti manfaat langsung dari produk, namun konten yang Anda berikan bagi mereka. Hal ini akan dapat berpengaruh dalam meningkatkan loyalitas yang dimiliki oleh audiens terhadap brand Anda.

Free Email Updates
Get the latest content first.