Sudahkah anda mengetahui tentang native advertising? Atau punya campaign tapi belum tau cara yang tepat untuk mendistribusikannya? Sekarang native advertising dapat membantu mengenalkan berbagai produk maupun campaign dengan lebih efektif dan efisien. Pendistribusian melalui media digital dengan format lebih nyaman dan tidak mengganggu saat digunakan oleh user. Terkadang user saat menggunakan media digital muncul tampilan iklan yang mengganggu, user akan lebih memilih untuk menutup iklan tersebut sebelum 30 detik. Apabila hal tersebut terjadi, maka iklan tersebut dikatakan tidak efektif. Oleh karena itu, muncullah native advertising yang dapat membantu advertiser untuk mengiklankan atau mendistribusikan campaign kepada khalayak. 2 jenis native advertising yang sedang berkembang saat ini untuk sebuah campaign, antara lain :

NATIVE IN

Native in adalah native advertising di mana konten yang akan dibagikan diletakkan di dalam ruang editorial penerbit (publisher). Bentuk dari tampilan native in ini sama seperti dengan konten advetorial lainnya. Native in berbentuk sponsor headline ini akan berpindah di media yang sama.

Contoh diatas merupakan salah satu bentuk dari native in untuk mengiklankan produk dari Smartfren di Liputan6.com dan tercantum sponsored. Saat user merasa tertarik, maka user akan membuka konten tersebut. Pada saat dibuka, laman akan  berpindah ke laman lain dan muncul seperti advetorial. Laman tersebut akan berpindah namun tetap pada media yang sama yaitu Liputan6.com, itulah yang disebut native in. Pada contoh ini, user mungkin tertarik membaca karena topik yang sedang dibicarakan adalah SEA Games di Malaysia di mana atlet Indonesia sedang berjuang di Malaysia. User tertarik untuk melihat update dari event tersebut. Namun, yang muncul adalah sebuah iklan advetorial untuk produk Smartfren bukan sebuah berita.

NATIVE OUT

Native out adalah bentuk dari native advertising di mana konten yang akan dishare langsung di distribusikan atau diarahkan keluar (link) ke landing page yang sudah ditentukan oleh advertiser. Landing page tersebut bisa media sosial, website dari brand tersebut, playstore, dll.

Contoh di atas merupakan salah satu iklan native out tentang Meikarta yang didistribusikan di Liputan6.com. Gambar di sebelah pertama adalah capture dari iklan native yang muncul pertama kali di Liputan6.com dan bertuliskan “Sponsored by Meikarta”. Apabila user merasa tertarik dengan headline yang muncul di Liputan 6, maka user akan klik untuk melihat konten tersebut. Setelah user klik headline tersebut, maka akan dialihkan ke landing page yang sudah disiapkan dan muncul tampilan seperti gambar kedua.

Jadi, kesimpulannya untuk perbedaan dan keuntungan dari native in dan native out adalah :

Native in

– Iklan tersebut dialihkan ke media publisher dan berbentuk seperti advetorial

– user hanya dapat mengakses informasi yang ada di isi dari konten advetorial saja

– reach maksimum hanya pada pembaca di media itu saja

– user drop off rate cukup tinggi, karena user journeynya cukup panjang dari ads – website brand

Native out

– Iklan tersebut dialihkan ke landing page dari advertiser

– user dapat berinteraksi langsung dengan brand atau produk dari advertiser

– informasi yang didapatkan user akan lebih banyak

– dapat menjangkau multi level audience

– drop off rate lebih rendah, pesan lebih efektif diterima audience

Free Email Updates
Get the latest content first.