Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia


Dalam sebuah campaign iklan, baik itu konvensional maupun digital, user/audience adalah elemen yang paling penting. Mereka adalah target untuk beriklan, dan sebuah campaign apapun pasti berusaha untuk menarik perhatian user/audience. Kenapa begitu penting? Kita melihat bahwa audience merupakan target konversi dari sales sebuah brand. Brand mendapatkan income jika target audience bisa dikonversi dengan baik menjadi buyer. Seiring berjalannya waktu, user insight terus berubah dan campaign pun terus menyesuaikan behavior dari audience.

Berbicara tentang sebuah digital campaign, perspektif user di dunia digital adalah hal yang harus diperhatikan. Tentang bagaimana mereka mengakses perangkat digital, apa media yang sering dibuka, kapan mereka mengakses, seperti apa konten yang disukai, bagaimana cara mereka berteman di media sosial, siapa saja seleb yang mereka follow hingga bagaimana porsi kanal digital yang satu dengan yang lain. Untuk lebih jelasnya, ada 5 hal yang harus diperhatikan brand ketika membuat sebuah digital campaign berkaitan dengan user.

1. Kenali User Insight

Sebelum melakukan sesuatu, pahami dulu kebiasaan-kebiasaan target audiens brand. Brand harus paham tentang primetime, kebiasaan berbelanja online, kebiasaan menggunakan smartphone, dan perilaku digital lainnya. Setelah kita memahami tentang kebiasaan user, barulah kita mengatur bagaimana campaign berjalan, dimulai dari tema hingga eksekusi.

Source: Pexels
2. Bahasa Yang Relevan

Pahami juga bahasa yang digunakan oleh users, jangan sampai cara berkomunikasi brand salah hanya karena penggunaaan bahasa yang tidak tepat. Jika target brand adalah generasi millennial, maka penggunaan bahasanya pun sebaiknya muda. Bahasa formal digunakan untuk menyasar target businessman.

3. Pahami Trend Yang Sedang Booming

Sebuah campaign juga perlu memperhatikan trend yang sedang booming. Apa yang sedang menjadi trend di media sosial users bisa menjadi insight tersendiri untuk menentukan digital campaign. Misalnya outfit dengan model jumpsuit menjadi trend, maka ini adalah insight yang bagus untuk e-commerce yang berjualan produk pakaian jadi wanita. Trend menonton film serial misalnya, bisa jadi insight yang bagus untuk bundling paket internet.

4. Gunakan Channel Yang Efektif Diakses

Jangan gunakan channel media sosial sebanyak mungkin, tapi buatlah prioritas. Setiap generasi punya preferensi mereka sendiri di media sosial, bahkan mereka hanya cenderung menyukai media sosial tertentu saja. Untuk itu campaign juga harus didistribusikan di channel yang tepat, yang digunakan oleh target audience.

5. Iklan Yang Nyaman Dilihat

Penggunaan iklan juga penting dalam mengatur sebuah campaign. Kenapa? Sebaik apapun brand mengatur sebuah digital campaign, ketika iklan tersebut mengganggu kenyamanan user, maka pesan campaign tersebut tidak akan tersampaikan dengan baik. Format iklan yang digunakan pun sebisa mungkin blending dengan aktivitas digital pengguna, seperti format iklan native contohnya. Iklan Native mulai menjadi referensi pemilihan format iklan karena merupakan format yang paling nyaman dilihat oleh users.

User perspective sangat penting diperhatikan oleh brand. Untuk melewati sebuah marketing funnel dengan baik, kebutuhan dan kebiasaan users harus dicari insightnya. Buatlah seakan-akan produk brand adalah solusi yang dibutuhkan audience.

Free Email Updates
Get the latest content first.