Native advertising merupakan salah satu bentuk iklan baru yang merupakan digital advertising. Tujuan native advertising adalah kenyamanan user, tidak mengganggu saat media digital sedang digunakan oleh user. Kebaharuan tersebut masih menjadi pertanyaan mengenai efektifitas dari native advertising. Native advertising dapat dikatakan lebih efektif daripada bentuk digital advertising lain yang lama. Selain lebih cepat, targeting juga sangat bermanfaat untuk menentukan di mana campaign tersebut akan didistribusikan. Ada banyak jenis targeting native advertising untuk mengoptimalkan dan menentukan audience secara tepat. 3 jenis targeting native advertising di antaranya adalah channel, waktu, dan OS (Operating System).

CHANNEL

Channel di native advertising ini merupakan media publisher yang akan digunakan untuk mendistribusikan campaign atau iklan dari advertiser. Contoh, campaign kecantikan untuk remaja perempuan akan didistribusikan ke publisher yang mana. Campaign kecantikan untuk remaja perempuan akan diletakkan di media Female Daily dan tidak mungkin akan diletakkan di Bola.net.

Source : pexels

WAKTU

Native advertising juga memperhatikan waktu atau timing yang dapat dikatakan tepat untuk sebuah campaign didistribusikan. Waktu tersebut juga dapat mempengaruhi seberapa banyak campaign tersebut akan dilihat oleh user. Sebuah campaign atau iklan memiliki target segmentasi yang berbeda-beda dan setiap tipikal user juga berbeda-beda. Contoh, campaign atau iklan tentang mobil keluarga yang ditujukan untuk bapak-bapak dan iklan tentang fashion untuk remaja laki-laki. Kedua campaign tersebut memiliki segmentasi yang berbeda, satu untuk bapak-bapak dan satu untuk remaja laki-laki. Waktu membaca berita dan juga membuka media digital pasti berbeda-beda. Targeting native advertising harus sesuai dengan waktu dari mayoritas segmentasi menggunakan media digital.

Source : pexels

OS (Operation System)

OS (Operating System) merupakan software yang digunakan oleh user yang tepat untuk sebuah campaign atau iklan yang akan didistribusikan. Campaign juga akan menyesuaikan OS yang digunakan oleh user misalkan campaign tersebut ditujukan untuk pengguna android versi apa dan berapa. Targetin OS ini digunakan untuk menentukan segmentasi campaign dari advertiser untuk melihat segmentasi S-E-S yang mana, apakah A, B, C, D, atau E.

Contoh, campaign tersebut ditujukan untuk pekerja kantoran di mana S-E-Snya adalah B atau bahkan A. Jenis OS yang dipilih bisa OS terbaru karena golongan mereka mampu untuk meng-upgrade OS atau bahkan membeli gadget terbaru. Tetapi jika ditujukan untuk S-E-S D atau E, maka jenis OS yang dipakai adalah versi yang lama. Jenis OS yang lama dipilih karena kecil kemungkinan mereka meng-upgrade OS ke versi baru atau bahkan kecil kemungkinan untuk mengganti gadget terbaru. Targeting native advertising tidak hanya pada OS (operating system) saja tetapi juga dapat ditargetkan untuk pengguna IOS (Iphone Operating System). Pengguna IOS adalah khalayak yang berada pada golongan S-E-S A maupun B.

Source : pexels

Free Email Updates
Get the latest content first.