Creative Communication Intelligence at FreakOut dewina Indonesia

Share on LinkedIn

Penggunaan iklan native di smartphone kini semakin banyak, terutama di pasar Indonesia. Berbagai media mainstream maupun non-mainstream di Indonesia juga mulai banyak yang mengaplikasikan native advertising sebagai salah satu cara untuk mencari revenue. Semakin banyak juga brand yang beriklan menggunakan platform native advertising ini.

Selain bentuknya yang seamless, menyesuaikan format publishernya, Native Advertising ini juga memiliki efektivitas yang tinggi karena tidak mengganggu bagi users. Lalu bagaimana Native Advertising ini bisa membantu sebuah campaign, bahkan dari fase awareness sampai conversion di marketing funnel.

funnel_stage_banner-1484842080059

Apa saja yang bisa dilakuan Native Advertising untuk membantu digital campaign dari brand?

1. Educate People, Increase Brand Awareness

Native Advertising digunakan untuk promosi sebuah campaign. Meningkatkan awareness tentang sebuah campaign atau launching product, bisa dengan mudah didistribusikan oleh iklan native di media-media besar di kategori yang relevan. Headline dari Native Ad, bisa menjadi referensi awal untuk audience mengenal sebuah produk.

2. Engage Target Audience

Native Advertising mampu memberikan engagement yang tinggi antara audiens dan konten yang sedang dipromosikan. Konten-konten yang disediakan brand, akan mudah didistribusikan pada audiens, sehingga audiens yang relevanlah yang akan mengakses iklan tersebut. Di iklan native, terutama di FreakOut dewina Indonesia yang sudah terhubung ke lebih dari 200 publishers di Indonesia, produk yang diiklankan akan ditempatkan pada kategori publishers yang sesuai.

3. Retarget Leads

Dengan fitur retargeting, iklan Native di FreakOut akan mampu melakukan retargeting calon leads yang didapat dari iklan Native fase pertama. Leads adalah elemen yang penting dalam konsep marketing funnel. Iklan Native, bisa memberikan penetrasi konten secara bertahap kepada calon leads sehingga lama-kelamaan akan mengonversi mereka menjadi buyer.

4. Find New Customers

Karena disebarkan di banyak media yang diakses banyak orang, Native Ad mampu menjaring audiens baru setiap kemunculannya. Misalnya ada produk baru tentang jam tangan lelaki, maka penempatan Native Ad akan ada di media-media yang diakses oleh banyak lelaki. Ahasil, mereka mengenali produk ini dan akan menjadi customer dari brand tersebut.

5. Drive Sales

Native Advertising juga mampu mendrive sales dengan cukup efektif. Promo dan diskon produk dari brand lebih cepat diakses oleh audiens. Memanfaatkan channel yang relevan, audiens akan langsung diarahkan ke landing page promo brand yang bersangkutan, sehingga akan mempersingkat user flow.

Over all, Native Ad secara efektif bisa digunakan untuk marketing funnel, dimulai dari menarik audiens hingga konversi buyer. Dalam Native Advertising, semua bergantung kepada headline dan visual, pemilihan media serta bagaimana optimisasinya.

Free Email Updates
Get the latest content first.
Share on LinkedIn