Optimalkan Strategi Content Marketing dengan Langkah Ini


Saat ini, content marketing adalah salah satu strategi digital marketing yang cukup populer dan menjadi prioritas banyak marketers. Banyak faktor yang mempengaruhi naiknya pamor content marketing. Salah satunya karakteristik audiens yang semakin hari cenderung lebih awas ketika melihat iklan. Untuk dapat menarik perhatian audiens yang dituju, diperlukan usaha lebih daripada sekadar menyajikan iklan sesaat yang kemudian akan dilupakan oleh audiens. Keberadaan konten yang memang informatif serta dapat dipercaya membuat kesempatan brand untuk meraih atensi lebih dari konsumen potensial menjadi lebih besar. Hal ini sudah berhasil dibuktikan oleh beberapa marketers, terutama di sektor B2B. 

(Sumber: contentmarketinginstitute.com)

Namun, penggunaan content marketing juga bukan tanpa halangan. Saat ini, setiap kali konsumen membuka internet baik melalui ponsel maupun komputer mereka langsung dihadapkan dengan puluhan hingga ratusan konten. Dengan banyaknya konten ini, untuk dapat sekadar terlihat oleh audiens pun dapat menjadi kendala sendiri. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan, bagaimana cara yang tepat untuk dapat mempromosikan konten yang telah dihasilkan?

Ada beberapa langkah yang bisa Anda terapkan pada strategi yang sudah dibangun. Selain tetap konsisten dalam menghasilkan konten berkualitas, mengkombinasikan content marketing dengan taktik lainnya akan dapat membantu Anda dalam mencapai objektif yang ingin diraih. Salah satunya adalah dengan menggunakan native advertising.

Kombinasikan strategi content marketing dengan teknik lainnya untuk hasil optimal

Native advertising sesungguhnya merupakan entitas yang sama sekali berbeda dari content marketing. Metode ini merupakan paid advertising seperti jenis iklan lainnya (banner ads, adwords, dan lain sebagainya). Jika demikian, apa yang membuat native ads mampu memberikan keuntungan lebih bagi konten-konten Anda?

Pertama, format yang digunakan oleh iklan native ini cukup berbeda dari bentuk iklan digital yang lain. Bisa dibilang penerapannya dititikberatkan pada format yang lebih subtil dan sengaja dibuat menyatu dengan platform di mana iklan tersebut berada, sehingga tidak akan terlalu terasa seperti iklan, dan justru hampir menyerupai konten yang sebenarnya.

Selain itu, pada praktiknya ada beberapa hal yang patut diperhatikan mengenai native advertising. Dalam jenis iklan ini, teknik yang disorot adalah penggunaan publisher-publisher yang dapat Anda pilih sesuai dengan bujet dan keinginan serta adanya fitur targeting. Dengan targeting, Anda dapat mempersempit jangkauan sehingga yang melihat iklan tersebut adalah orang-orang yang memang mempunyai potensi untuk tertarik dengan materi yang Anda promosikan. Dua hal tersebut akan sangat berguna untuk mengoptimalkan performa content marketing yang Anda jalankan jika konten-konten yang disajikan memang relevan dan mampu menyajikan sesuatu yang berguna bagi audiens yang ditargetkan.

Tak hanya itu, dengan native advertising, Anda juga dapat mempromosikan konten-konten lama yang menurut Anda masih cocok untuk diakses oleh para audiens. Hal ini dapat berguna untuk efisiensi waktu di mana Anda tak perlu terburu-buru untuk memproduksi konten yang baru.

Demikian sekilas tentang manfaat native advertising untuk mengoptimalkan strategi konten Anda. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

Free Email Updates
Get the latest content first.