Newsletter dapat menjadi sebuah alat yang efektif untuk menjangkau konsumen Anda. Strategi ini gampang untuk dieksekusi dan tidak membutuhkan bujet yang besar. Selain itu, jenis e-mail marketing ini juga memiliki hasil yang telah terbukti, baik untuk meraih awareness, membangun loyalitas konsumen terhadap brand, dan menghasilkan konversi.

Realitanya, menjalankan newsletter tidak selalu semulus kedengarannya. Anda harus memperhatikan beberapa aspek dalam e-mail. Audiens tidak menginginkan banyak gangguan dan banyak e-mail yang masuk ke inbox mereka berakhir tanpa pernah dibuka, atau malah langsung dihapus. Tentu saja Anda tidak menginginkan hal ini terjadi pada newsletter Anda. Jadi, apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir hasil tersebut?

  1. Subyek e-mail

Subyek e-mail adalah hal terpenting dalam e-mail. Setiap elemen dalam judul baik dari panjang kalimat hingga gaya penulisan memberi pengaruh yang signifikan, karena judul e-mail adalah hal pertama yang dilihat oleh audiens dan menentukan apakah newsletter yang Anda kirimkan akan dibuka oleh audiens atau tidak.

Ada beberapa aturan dalam penulisan subyek e-mail. Pertama, jumlah karakter yang dipakai. Batas karakter yang aman adalah 60 hingga 70 karakter. Jumlah ini tidak terlalu panjang dan tidak juga terlalu pendek, cukup untuk menarik perhatian pembaca. Akan tetapi, jumlah karakter ini masih dapat disesuaikan dengan objektif yang Anda tuju.

Jika awareness adalah prioritas, kalimat yang lebih singkat dan tidak terlalu menggambarkan isi newsletter akan lebih tepat untuk digunakan karena.dapat memancing rasa penasaran konsumen. Namun jika yang Anda ingin capai adalah jumlah klik, kalimat yang lebih panjang akan lebih berguna.

  1. Waktu

Kapan Anda mengecek e-mail? Biasanya di jam-jam kerja bukan? Kecenderungan ini membuat marketer mengira bahwa waktu yang tepat untuk mengirimkan newsletter adalah sekitar pukul 9 pagi sampai 5 sore di mana pembaca yang disasar berada di depan komputer dan tidak ada alasan bagi mereka untuk mengabaikan e-mail Anda. Namun, kenyataannya kadang sebaliknya.

Di waktu kerja, kebanyakan audiens sibuk dengan tugas mereka hingga tak punya waktu untuk memperhatikan e-mail masuk yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Justru di luar jam kerja ini audiens bisa lebih santai untuk mengecek kotak masuk mereka. Saat-saat inilah yang bisa Anda pergunakan untuk mengirimkan newsletter Anda.

  1. Personalisasi

Sebagai pengguna internet, Anda mungkin telah menyadari bahwa kemungkinan untuk membuka e-mail akan lebih tinggi saat e-mail tersebut datang dari orang yang dikenal atau setidaknya, memiliki sesuatu yang relevan dengan Anda. Hal ini juga berlaku untuk newsletter.

Jika Anda memakai pesan yang sangat umum dan tidak terasa personal, audiens tidak akan tergerak untuk membuka newsletter Anda. Jauhi kata-kata yang terkesan kaku. Beri sentuhan yang personal, relevan, dan memberi kesan bahwa Anda ingin membangun interaksi dua arah dengan konsumen Anda.

  1. Elemen visual

Tampilan adalah suatu hal yang sangat penting dapat meningkatkan keberhasilan newsletter Anda. Jika konten yang ada dalam newsletter tidak rapi dan terstruktur hingga menyulitkan untuk dibaca, audiens akan dengan gampang mengabaikan e-mail Anda. Sementara, rasa penasaran konsumen untuk mencari tahu apa isi e-mail Anda dapat tumbuh jika Anda memiliki desain layout yang enak dan gampang untuk dilihat.

Demikian beberapa hal yang harus diperhatikan. Namun, hal terpenting adalah selalu lakukan uji coba terhadap strategi yang Anda gunakan. Setiap brand memiliki ciri khasnya masing-masing dengan target audiens yang berbeda pula, sehingga dapat memiliki treatment yang berbeda.

Free Email Updates
Get the latest content first.