Ramadan sudah di depan mata. Momen ini adalah salah satu momen paling besar di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Tak mengejutkan, datangnya bulan Ramadan cukup membawa pengaruh bagi perilaku digital masyarakat Indonesia. Jika diteliti, perubahan kebiasaan digital yang terjadi selama bulan suci ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan awareness bahkan conversion brand Anda dengan melancarkan strategi yang tepat.

Di bulan Ramadan, terjadi perubahan perilaku menjadi lebih relijius. Hal ini terlihat dari kata kunci yang dipakai konsumen di mesin pencari. Terdapat peningkatan dalam pemakaian kata kunci yang berhubungan dengan puasa, seperti jadwal puasa dan larangan puasa. Tak hanya itu, rasa solidaritas menjadi lebih tinggi dan timbul keinginan untuk berbagi dengan bertambahnya pemakaian kata kunci yang menyangkut zakat serta sedekah.

Hal lain yang terjadi di bulan suci adalah konsumen memiliki banyak waktu luang dibanding biasanya, yang disebabkan dengan jam kerja yang dipersingkat di banyak tempat.  Dengan hadirnya waktu luang tersebut, mayoritas konsumen memilih menghabiskan waktu mereka dengan berselancar di internet.

Selama Ramadan, jumlah waktu menonton video meningkat

 

YouTube menjadi salah satu tujuan favorit audiens selama Ramadan. Secara keseluruhan, konsumen Indonesia menghabiskan 46 juta jam untuk menonton video yang berkaitan dengan tema relijius, makanan, fashion, kecantikan, serta travelling. Jam mengakses YouTube pun bergeser menjadi lebih awal, yaitu sekitar 3 hingga 4 subuh di mana audiens tengah menunggu waktu imsak. Puncaknya adalah di pukul 11 siang serta 10 malam.

Statistik menonton video akan terus naik hingga pertengahan bulan Ramadan, lalu menurun di minggu terakhir puasa hingga hari Idul Fitri. Kondisi ini tak mengherankan, mengingat bahwa di minggu-minggu terakhir, konsentrasi audiens akan terpecah pada mudik dan persiapan menjelang hari Lebaran.

Kegiatan belanja meningkat selama Ramadan

Secara pengeluaran, konsumen pun menghabiskan lebih banyak uang di bulan ini. Transaksi online bahkan melonjak hingga dua kali lipat. Konsumen bahkan mulai mengakses situs-situs e-commerce dari pukul 3 pagi, saat di mana umumnya sahur dimulai. Tak hanya itu, secara offline, terdapat juga peningkatan dalam jumlah pengunjung mall hingga 50%. Bahkan dalam acara Jakarta Great Sale lalu, transaksi yang terjadi mencapai 16 milyar. Fenomena ini terjadi karena pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang membuat kecenderungan belanja lebih tinggi. Secara khusus, peningkatan transaksi terjadi atas produk-produk yang berada dalam kategori kecantikan dan mode, makanan, gadget, serta peralatan rumah tangga.

Menanggapi keadaan selama bulan Ramadan ini, brand harus cepat tanggap dalam mendekati audiens. Beri sesuatu yang tak hanya relevan namun juga berguna bagi audiens Anda untuk dapat menarik perhatian mereka.

Free Email Updates
Get the latest content first.