Share on LinkedIn

Pernahkah akhir-akhir ini kamu melihat iklan yang menyerupai layout media di website favorit kamu? Jika sudah pernah, maka kamu sudah melihat iklan native. FreakOut dewina Indonesia, penyedia iklan native untuk mobile, telah menjangkau lebih 200 media besar di Indonesia. Munculnya format iklan Native ini sendiri disebabkan karena users sudah mulai terganggu dengan format iklan yang tiba-tiba muncul, menutupi konten atau susah ditutup.

49581a52-de73-4eb0-804d-3990dfd3d4a7

source: fipp.com

Native ad sudah menjadi format yang populer dan pilihan di kalangan advertiser. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya dan prediksi beberapa tahun ke depan, seperti apa tren iklan native di masa depan?

1. Semakin banyak pemain Native Advertising

Banyak brand maupun media yang mulai sadar tentang iklan Native. Bagi brand, iklan native lebih mudah menyampaikan pesan yang relevan ke audiens yang lebih tertarget. Bagi media, format ini nyaman untuk pembaca, sehingga iklan native dianggap lebih efektif dan cocok diimplementasikan di media, apalagi dalam format mobile. Dengan adanya komitmen dari pemain besar seperti Google yang memutuskan untuk bergabung ke Coalition for Better Ads, frekuensi iklan dengan format pop-up atau banner akan banyak berkurang, dan semakin banyak ad-network yang akan beralih ke format yang tidak mengganggu, salah satunya format Native.

2. Content Marketing akan banyak digunakan

Konten akan semakin menjadi raja dalam konsep marketing. Konten dianggap mempunyai value lebih dibandingkan konsep lain, dan native ad adalah format iklan yang sesuai untuk menyebarkan konten yang dibuat oleh brand. Dengan maraknya Native Ad, maka akan marak juga penggunaan content marketing, apalagi ketika mampu menyampaikan value yang relevan dan positif untuk users.

3. Go mobile atau go home

Karena penetrasi smartphone sudah sangat masif, orang-orang pun mulai beralih dari desktop ke smartphone. Dengan shifting ini, maka iklan pun sekarang diprioritaskan ke format mobile. Tren iklan native pun demikian, iklan native dibuat untuk nyaman diakses melalui smartphone. Beberapa tahun ke depan, format iklan akan sangat menyesuaikan kebutuhan mobile.

4. Visual iklan akan menjadi lebih sederhana

Iklan banner yang penuh dengan text akan semakin ditinggalkan. Didukung dengan peraturan ads maksimal 20% text, maka visual akan diimplementasikan lebih sederhana. Terkait dengan native advertising, iklan di smartphone akan menggunakan visual yang lebih sederhana untuk meningkatkan engagement seolah artikel di media tersebut.

5. Spending di iklan Native akan bertambah besar

Karena native advertising semakin bertambah populer, maka spending advertiser di format ini akan terus meningkat. Business Insider mencatat pertumbuhan native ads akan tumbuh hingga $17,3 Milyar di penghujung tahun ini dan $21 milyar di tahun 2018.

Free Email Updates
Get the latest content first.
Share on LinkedIn