Share on LinkedIn

Banyak jenis iklan yang ada di smartphone, seperti iklan native, banner ad, pop-up ad dan lain sebagainya. Pertumbuhan smartphone users yang masif, diimbangi dengan jumlah iklan yang tinggi juga di smartphone. Namun, ketika ada banyak iklan yang ada di smartphone, iklan seperti apakah yang menarik perhatian smartphone users?

Brand dan marketers perlu berpikir bahwa iklan adalah sesuatu yang tak bisa dipaksakan untuk dilihat atau untuk diklik. Iklan yang baik mempertimbangkan bagaimana audiens punya kesadaran untuk klik dan membaca informasi lebih lanjut. Iklan juga adalah sebuah konten yang akan diakses oleh audiens. Untuk itu ketika brand menyampaikan sebuah campaign, akan tersampaikan dengan baik jika audiens menyukai iklan tersebut.

Banyaknya banner ad dan pop-up banner ternyata kurang disukai oleh audiens. Smartphone users menganggap bahwa model iklan ini mengganggu, membuat smartphone lebih lambat, menutupi konten yang ingin diakses hingga mereka berpikir negatif tentang iklan tersebut. Users menganggap bahwa pop-up banner memaksa mereka melihat iklan, sehingga pesan dari iklan tersebut tidak dapat diterima dengan baik oleh users. Untuk itu mulai banyak yang menginstal ad-blocker di browser mereka untuk meminimalisir melihat iklan.

banner ad

Selain itu salah satu kelemahan dari iklan pop-up atau banner adalah tentang bounce rate di landing page advertiser/brand. Data menyebutkan bahwa accident adalah salah satu faktor users klik iklan tersebut. Ingin menutup iklan, tapi malah masuk ke iklan tersebut. Ingin membaca konten, tapi tidak sengaja klik iklan banner tersebut. Users ingin kembali ke konten awal yang ingin diakses, sehingga users cepat-cepat meninggalkan landing page dari iklan tersebut. Alhasil, bounce rate di landing page tersebut sangat tinggi, bahkan ada yang belum sempat loading. Campaign message dari iklan tidak bisa tersampaikan dengan baik ke users, sehingga budget dari advertisers akan menjadi hal yang sia-sia.

Apple-News-native-ad-format-image-003

Hadirnya Native Advertising menjadi nafas baru di mobile advertising. Format iklannya yang tidak mengganggu, serta relevansi headline membuat iklan Native lebih efektif digunakan di era smartphone ini. Native Advertising memungkinkan users untuk engage dengan iklan tersebut karena ketertarikan dengan headline. Begitu users tertarik dengan headline (self-willingness), dia akan menerima iklan tersebut dan membaca informasi apa yang ditawarkan. Misalnya ketika ada headline “Ingin Liburan Serumu Lebih Hemat 20%? Coba Cek Caranya Di Sini!”, maka orang yang membaca dan tertariklah yang akan jadi The Right Audience. Iklan akan menyasar orang yang tepat dan budget yang dikeluarkan pun lebih efektif. Tingkat konversi pembaca media menjadi brand audience atau bahkan buyer lebih tinggi daripada banner/pop-up ad.

Native ads game apps

Native Ad di Mobile Game Apps

Free Email Updates
Get the latest content first.
Share on LinkedIn